Latest News
Muda | Islami | Inspiratif | Ideal | Aktif
English French German Spain Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic
by : BTF

Taufik Ikram Jamil (Budayawan, Penulis)

Posted by MiNDa magazine online Sabtu, 02 Juli 2011, under | 0 komentar
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2003
Taufik Ikram Jamil
5365

Taufik Ikram Jamil
TAUFIK IKRAM JAMIL lahir di Telukbelitung, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 19 September 1963. Ia mengenyam pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Bengkalis. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau (PSBSI FKIP Unri), dan selesai tahun 1987.

Selain dikenal sebagai seorang cerpenis dan penyair, Taufik Ikram Jamil juga dikenal sebagai jurnalis. Ia bahkan lebih dulu dikenal sebagai sastrawan berkat cerpen-cerpennya yang dipublikasikan di media-media nasional, seperti Kompas, Berita Buana, majalah Amanah dan sebagainya. Ia memulai karier kewartawanannya pada tahun 1983 sebagai wartawan di mingguan Genta, Pekanbaru. Tahun 1988, ia pindah ke Kompas dan sempat ditugaskan selama beberapa tahun di Jakarta.

Pada tahun 1991, ia mendirikan Yayasan Membaca yang bergerak di bidang kebudayaan. Yayasan ini kemudian menerbitkan jurnal Menyimak yang memuat karya-karya sastrawan setempat. Kemudian, tahun 1999, yayasan ini bermetamorfosis menjadi Yayasan Pusaka Riau yang bergerak dalam berbagai bidang, di antaranya kebudayaan, penerbitan, dan kesenian. Pada tahun 2002, ia berhenti menjadi wartawan di harian Kompas untuk mencurahkan pikiran dan ide-ide kreatif demi kemajuan seni. Pada tahun itu juga ia mendirikan dan mengetuai Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) di Pekanbaru, satu-satunya akademi kesenian di Sumatera. Tahun 2002–2007 ia terpilih sebagai ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR).

Dalam dunia kesusasteraan, Taufik Ikram Jamil banyak menghasilkan karya yang telah dimuat dalam berbagai media cetak seperti Riau Pos, Kompas, Berita Buana, Republika, Suara Pembaruan, Kartini, Horison, Kalam, Jawa Pos dan Ulumul Qur‘an. Kumpulan puisi sulungnya adalah Tersebab Haku Melayu, kemudian menyusul kumpulan cerita pendek Sandiwara Hang Tuah, Membaca Hang Jebat, dan roman Gelombang Sunyi. Adapun karya sastranya yang berisi tentang sejarah terhimpun dalam berbagai antologi di Pekanbaru, Jakarta, Yogyakarta, Lampung, Makassar, Surabaya dan Kualalumpur, misalnya Negeri Bayang-bayang dan Soeharto dalam Cerpen Indonesia, serta antologi cerpen dalam bahasa Inggris Menagerie 4. Seorang pakar sastra Belanda, Dr Will Derks telah membahas karya-karyanya dalam sebuah bunga rampai tentang pembangunan Asia yang diterbitkan di London tahun 1998.

Melalui karya-karyanya, Taufik Ikram Jamil semakin terkenal, sehingga ia sering mendapat undangan untuk menghadiri berbagai event sastra di dalam dan luar negeri. Tahun 2001, ia mewakili Indonesia untuk membaca sajak bersama penyair dari sepuluh negara dalam International Poetry Festival yang diselenggarakan Majelis Sastra Asia Tenggara. Ia juga pernah menjadi pembicara dalam berbagai seminar di beberapa kota besar, di antaranya Jakarta, Bogor, Johor Baru, Kualalumpur dan Leiden.

Karya-karyanya, untuk buku puisi, adalah Tersebab Haku Melayu (Yayasan Membaca, Pekanbaru, 1994), Negeri Bayang-bayang (antologi puisi, Pekanbaru, 1996). Sementara untuk cerpen-cerpennya, ia mengumpulkannya dalam Sandiwara Hang Tuah (Grasindo, Jakarta, 1996), Hikayat Batu-Batu (Kompas, Jakarta, 2005), Jumat Pagi Bersama “Amuk” dan Membaca Hang Jebat (Grasindo, Jakarta, 1995), antologi cerpen Soeharto dalam Cerpen Indonesia (Penerbit Bentang, Jogyakarta, 2001), antologi cerpen dalam bahasa Inggris Menagerie 4. Untuk roman, Taufik Ikram Jamil telah melahirkan Gelombang Sunyi (Kompas, Jakarta, 2001), Hempasan Gelombang (Kompas. 1999). Satu bukunya yang lain, Dari Percikan Kisah, Membentuk Propinsi Riau, merupakan buku sejarah (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru, 2001).

Atas karya dan jasa-jasanya pada sastra dan budaya, Taufik Ikram Jamil telah dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya dari majalah Horison untuk kategori cerpen terbaik berjudul Menjadi Ratu (1997), dari Yayasan Sagang untuk kategori karya budaya terbaik berjudul Sandiwara Hang Tuah (1997), dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk kategori cerpen utama Indonesia berjudul Jumat Pagi Bersama ”Amuk” (1998). Dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai juara harapan II dalam sayembara penulisan roman berjudul Hempasan Gelombang (1998), dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk kategori sastra terbaik berjudul Membaca Hang Jebat (1999), dari Yayasan Sagang untuk kategori seniman terbaik (2003).

Ia menikah dengan Umi Kalsum dan dikaruniai tiga orang anak, Tuah Kalti Takwa (sulung), Megat Kalti Takwa dan Nadim Kalti Takwa. @


Sagang Online 2009 2 Users Online Redaksi Gedung Riau Pos Jl. HR Soebrantas Km 10,5 Panam Pekanbaru-Riau

Fakhrunnas Ma Jabbar

Posted by MiNDa magazine online , under | 0 komentar
Seniman dan Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2008
Fakhrunnas Ma Jabbar
5435

Fakhrunnas Ma Jabbar
Dilahirkan di Desa Tanjung Barulak, Kampar, Riau pada 18 Januari 1959. Mulai menulis sejak di bangku SMP di Bengkalis. Menamatkan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan, Universitas Riau (UNRI) Pekanbaru tahun 1985. Menjadi dosen di Universitas Islam Riau (UIR) sejak 1986. Tulisannya berupa artikel, esai, cerpen dan puisi telah dimuat di sejumlah media nasional dan local seperti Horison, Kompas, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Riau Pos, Kartini, Nova, Citra, Suara Pembaruan, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, Gatra dan sebagainya.

Aktif dalam berbagai organisasi kesenian dan kebudayaan a.l. Komite Sastra Dewan Kesenian Riau (1994-96), Sekretaris Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI- 1983-95), Sekretaris Lembaga Seni Budaya Pemuda KNPI Riau (1981-85), Sekretaris Komite Program Yayasan Puisi Nusantara (1980-84). Sejumlah buku telah diterbitkan antara lain, Di Bawah Matahari (1981) dan Matahari Malam, atahari Siang (1982) - keduanya kumpulan puisi bersama penyair Husnu Abadi , Meditasi Sepasang Pipa (1987) ?kumpulan puisi bersama penyair Wahyu Prasetya, Biografi Buya Zaini Kuni : Sebutir Mutiara di Lubuk Bendahara (1993), Autobiografi H. Soeman Hs: Bukan Pencuri Anak Perawan (1998) yang terpilih sebagai Buku Terbaik Anugerah Sagang tahun 1999. Kumpulan Puisi Airmata Barzanji (Adi Cita, Yogyakarta, 2005, Pengantar oleh D. Zawawi Imron), Kumpulan Cerpen Sebatang Ceri di Serambi (Akar Indonesia, Yogyakarta, 2005, Kata Pengantar oleh Dr. Maman S. Mahayana) ? pernah dibahas oleh Pengamat Sastra Prof. Harry Aveling di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, 2006 serta terpilih sebagai 10 Nominator Khatulistiwa Literary Award 2006 dan terpilih sebagai Buku Pilihan Anugerah Sagang 2006 Katagori Buku Pilihan.

Sejumlah puisinya diterjemahkan dan ikut dalam Antologi Puisi Indonesia-Portugal bersama 50 Penyair Indonesia lainnya. Kumpulan Puisi terbarunya, Tanah Airku Melayu sedang dalam proses penerbitan oleh penerbit Adi Cita, Yogyakarta. Selain itu, 6 buku cerita anak di mana tiga judul di antaranya termasuk buku Inpres yakni Anak-anak Suku Laut (Pustaka Utama Grafiti, 1994), Menembus Kabut (Depag RI, 1985), Menyingkap Rahasia di Bumi Harapan (1997). Sebuah cerpennya, Rumah Besar Tanpa Jendela dimuat dalam Buku Cerpen Horison Sastra Indonesia (Horison, 2001) dan diangkat ke sinetron oleh Chaerul Umam ditayangkan di LaTivi (2002). Sering memenangkan Sayembara Penulisan Sastra di antaranya Juara Pertama Penulisan Cerpen se-Indonesia (Bali Post, 1992), Juara Pertama Penulisan Cerpen se-Indonesia (UNS Surakarta, 1993), Juara Pertama Penulisan Puisi Lingkungan se-Indonesia (Sanggar Sastra Banjarmasin, 1987) dan Juara Pertama Penulisan Puisi tingkat Mahasiswa se-Indonesia pada Porseni tahun 1982) dan lain-lain. Sering pula memberikan ceramah sastra dan budaya dan membaca puisi di sejumlah kota seperti Kuala Lumpur, Singapura, Pekanbaru, Padang, Medan, Jambi, Lampung, Jakarta dan Bandung.

Pernah diundang oleh Unesco Korea Selatan tahun 1999 bersama dua budayawan Indonesia dan Negara-negara ASEAN lainnya pada ?99 Cultural Exchange Programme ASEAN-Republic of Korea di Seoul dan Kyong Ju. Menghadiri dan membacakan puisi pada event sastra seperti Hari Sastra di Malaysia, Pertemuan Puisi Indonesia 1987, Malam Bosnia (1995), Malam Solidaritas Islam (1996), Gong Melayu 2001 (2001) dan Baca Sajak Tempuling Rida K. Liamsi (2003), Cakrawala Sastra Indonesia (2004) ? semuanya di TIM Jakarta dan Kongres Cerpen Indonesia di Pekanbaru (2006). Terakhir, membacakan sajak-sajaknya di Laman Bujang Mat Syamsuddin, Bandar Serai, Dewan Kesenian Riau, Pekanbaru, Maret 2004.

Selain aktif berkesenian, dia juga menjalani profesi sebagai wartawan selama 20 tahun sejak 1979 dimulai dari LKBN Antara, Panji Masyarakat, Prioritas, Media Indonesia dan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Sering memenangkan Lomba Karya Jurnalistik di Riau. Saat ini bekerja pada sebuah perusahaan pulp dan kertas di Pangkalan Kerinci, Pelalawan Riau dan hidup bersama istri yang dianugerahi tiga anak. ***

Sutardji Calzoum Bachri (tokoh Riau)

Posted by MiNDa magazine online , under | 0 komentar
Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Indragiri Hulu pada tanggal 24 Juni 1941 adalah pujangga Indonesia terkemuka. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjadjaran, Bandung. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung, kemudian sajak-sajaknyai dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana.
Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.

Pada musim panas 1974, Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia.

Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta, India), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979). Pada tahun 1979, Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok, Thailand.

O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern.

Kronologis Hidup dan Kesenimanan
1941 Juni, Lahir di Rengat, Riau.
1947
Masuk sekolah rakyat dan selesai tahun 1953 di Bengkalis-Pekanbaru.
1956

Menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Tanjungpinang, Riau.



Kuliah di Fakultas sastra Inggris Universitas Padjadjajaran Bandung selama satu tahun di Fakultas Sosial Poitik Jurusan Administrasi. Universitas Padjadjajaran Bandung sampai Doktoral II namun tidak menyelesaikan skripsi kesarjanaan karena sudah tertarik denganpenulisan kreatif.


1970an
Kumpulan puisi O di terbitkan oleh Yayasan Indonesia.


Kumpulan puisi amuk diterbitkan oleh Yayasan Karyawan Taman Ismail Marzuki



Hadiah buku terbaik Dewan Kesenian Jakarta namun Sutardji menolaknya karena penjuriannya dianggap tidak serius.

1973 Mengeluarkan kredo kepenyairan yang ingin melepaskan kata dan beban penyampaian makna.
1974 Mengikuti International Poetry Reading Rotterdam. Oktober sampai dengan April 1975 mengikuti International Creative Writing Program Lowa City,USA.
1979 Menerima Anugrah Sastra Asia Tenggara (South East Asia Write Award) dan satu srikit Thailand. Menerima penghargaan Sastra Kabupaten Kepulauan Riau oleh Bupati Kepulauan Riau.
1980 Antologi 0, Amuk, Kapak buku dari tiga kumpulan puisi, penerbit Puasa Sinar Harapan Jakarta.
1982 November, menikah dengan Meriam Linda dan memperoleh seorang anak Mila Seraiwangi.
1990an Menerima Anugrah Seni Pemerintah Republik Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menerima Anugrah Sastra Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jakarta.
1998 Menenima Anugrah Sastra Dewan Kesenian Jakarta.
1999 Sampai sekarang mengasuh rubric budaya bulanan ?Bentara? di Harian Kompas dan redaktur senior Majalah Sastra Honison
2001 Buku kumpulan cenita Pendek ?Hujan Menulis Ayam? diterbitkan oleh Indonesiatera
Selain itu Sutadji Calzoum Bachri sering diundang membacakan sajak-sajaknya dibeberapa kota dunia dan membawa nama Riau dalam setiap pembacaan puisinya antara Lain di Rotterdam Belanda, Lowa City USA, Medeliin Colombia, Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. Sekarang Sutardji Calzoum Bachri menetap di Jakarta dan tunak mengabdikan diri pada dunia seni.

Tenas Effendy (sastrawan riau)

Posted by MiNDa magazine online , under | 0 komentar
Tenas Effendy

Penguasaannya tentang makna filosofis yang terkandung dalam benda-benda budaya dipelajarinya secara otodidak sejak kecil. Ayahnya, Tengku Sayed Umar Muhammad adalah sekretaris Sultan Hasyim dari Kerajaan Pelalawan. Sejak kecil ia sudah terbiasa hidup dalam lingkungan budaya Melayu yang kental serta adat istiadat istana yang begitu kuat. Kondisi ini telah mendorongnya untuk belajar memahami dan kemudian menulis tentang kebudayaan Melayu. Ia memulai dari menulis kembali pantun-pantun, Petata-petitih, Ungkapan, Syair, Gurindam, dan segala macam yang berkenaan dengan kebudayaan Melayu.


Tenas Effendy pertama kali menulis tentang kebudayaan pada tahun 1952. Pada saat itu ia masih belajar di sebuah perguruan di Bengkalis. Ketertarikan dan minatnya terhadap kebudayaan Melayu tidak terlepas dari keluarganya yang mencintai adat istiadat Melayu, neneknya adalah seorang pembaca syair yang terkenal pada masanya. Selain pandai membaca syair, neneknya juga pandai dalam menenun, menekat pakaian-pakaian tradisional kerajaan Melayu di Pelalawan.

Sejak masa kanak-kanak Tenas Effendy sudah akrab dengan adat istiadat Melayu, sudah menjalani adab dan etika Melayu dalam kehidupan sehari-hari, maka ada semacam kekhawatiran ketika ia melihat, begitu banyak nilai luhur tata pergaulan Melayu sudah tidak lagi diperhatikan masyarakat. Menyadari hal tersebut, ia berusaha mencatat, mengumpulkan kembali, menghimpun melakukan kajian-kajian dan membuat penelitian tentang kebudayaan Melayu dalam bentuk apa saja.

Menyadari bahwa kekayaan khazanah kebudayaan Melayu begitu berlimpah dan masih terlalu banyak yang belum dapat dikumpulkannya, ia mendirikan Tenas Effendy Foundation, sebuah lembaga yang berusaha memberi bantuan pada para peneliti atau siapapun yang berminat melakukan penelitian terhadap berbagai aspek kebudayaan Melayu. Hasil usahanya dalam rentang waktu tersebut, antara lain, setumpuk buku yang diterbitkan di dalam dan luar negeri. Sampai kini, Tenas sedikitnya telah menulis 70-an buku dan ratusan makalah yang dibawakan dalam berbagai pertemuan budaya di dalam dan di luar negeri, seperti Belanda, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand adalah beberapa negara yang kerap mengundangnya untuk berceramah disana. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, mengundangnya sebagai penulis tamu.

Sejumlah bukunya, juga diterbitkan Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia. Mengingat buku-buku yang ditulis Tenas Effendy menyentuh berbagai aspek kebudayaan Melayu, maka dari 70-an buku yang dihasilkannya itu, hampir separuhnya digunakan sebagai semacam buku pegangan, baik untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, maupun untuk masyarakat umum sebagai bahan pendidikan dan tata pergaulan dalam keluarga. Bahkan, sebagian besar Pemda Kabupaten di Propinsi Riau dan Kepulauan Riau, menempatkan buku-buku yang ditulis Tenas Effendy sebagai semacam buku wajib untuk para pegawai Pemda.

Ia tidak sekedar ditempatkan sebagai budayawan yang mumpuni, tokoh adat yang kharismatik, tetapi juga kerap mengundangnya dalam kaitannya dengan kebijakan yang akan disusun dan dijalankan pemda. Tidak jarang pula, Tenas terpaksa harus menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan. Sebagai tokoh masyarakat, Pak Tenas panggilan akrabnya terlibat pula dalam berbagai aktivitas organisasi kemasyarakatan, baik sebagai ketua, penasihat, maupun pengurus.

Sesungguhnya yang dilakukan Tenas Effendy tidaklah sekadar mengumpulkan dan mendokumentasikan segala yang berkaitan dengan khazanah kesusastraan Melayu. Kesusastraan adalah salah satu bagian dari sebuah mesin raksasa yang bernama kebudayaan. Jadi, sambil coba menafsirkan dan memaknai kandungan filosofis di balik khazanah kesusastraan Melayu, ia juga menerjemahkan dan membuka tabir makna berbagai benda budaya.
Biografi :
Nama : Tengku Nasyaruddin Effendy

Lahir : Pelalawan-Riau, 9 November 1936

Pendidikan :

Sekolah Agama Hasyimiah, (1950),

Sekolah Rakyat di Pelalawan, (1950)

Sekolah Guru B3 di Bengkalis, (1953)

Sekolah Guru A3 di Padang, (1957)

Karya :

Upacara Tepung Tawar (1968),

Lancang Kuning dalam Mitos Melayu Riau (1970),

Seni Ukir Daerah Riau (1970),

Tenunan Siak (1971),

Kesenian Riau (1971),

Hulubalang Canang (1972)

Raja Indra Pahlawan (1972),

Datuk Pawang Perkasa (1973),

Tak Melayu Hilang di Bumi, (1980),

Lintasan Sejarah Kerajaan Siak, (1981),

Hang Nadim, (1982),

Upacara Mandi Air Jejak Tanah Petalangan, (1984),

Ragam Pantun Melayu, (1985),

Nyanyian Budak dalam Kehidupan Orang Melayu, (1986),

Cerita-cerita Rakyat Daerah Riau, (1987),

Bujang Si Undang, (1988),

Persebatian Melayu, (1989),

Kelakar Dalam Pantun Melayu, (1990)

Penghargaan :

Juara 1 Mengarang Puisi Pada Pekan Festival Karya Budaya Dana Irian Jaya, (1962),

Juara 1 Pementasan Drama Klasik Pada Pementasan Drama Klasik Festival Dana Irian Jaya, (1962),

Seniman Budaya Pilihan (1997), Anugerah Sagang,

Tokoh Masyarakat Terbaik Riau 2002 versi Tabloid Intermezo Award (2002),

Penghargaan Madya Badan Narkotika Nasional, Jakarta (2003),

Anugerah Seniman dan Budayawan Riau Pilihan Lisendra Dua Terbilang (LDT)-UIR (2004),

Anugerah Gelar Sri Budaya Junjungan Negeri, Bengkalis, (2004),

Tokoh Budayawan Riau Terfavorit (2005),

Anugerah Budaya; Walikota Pekanbaru, (2005),

Tokoh Pemimpin Adat Melayu Serumpun, (2005),

Doktor Persuratan dari Universitas Kebangsaan Malaysia, (2005),

Penghargaan dari Persatuan Mahasiswa Riau Malaysia, (2005),

Anugerah Akademi Jakarta (2006) <


Sumber : www.tamanismailmarzuki.com

universitas di riau dan indonesia

Posted by MiNDa magazine online , under | 2 komentar
Akademi Swasta

No. Nama Akademi Lokasi
1 Akademi Akuntansi Mahaputra Riau Pekanbaru
2 Akademi Akuntansi Pelita Indonesia Pekanbaru
3 Akademi Akuntansi Riau (AKRI) Pekanbaru Pekanbaru
4 Akademi Analisis Kesehatan Pekanbaru Pekanbaru
5 Akademi Bahasa Asing Persada Bunda Pekanbaru
6 Akademi Kebidanan Dayang Suri Rengat
7 Akademi Kebidanan Dharma Husada Pekanbaru Pekanbaru
8 Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru
9 Akademi Kebidanan Merangin Bangko
10 Akademi Kebidanan Payung Negeri Pekanbaru
11 Akademi Keperawatan Dharma Husada Pekanbaru
12 Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Dumai
13 Akademi Kesehatan Fisioterapi Pekanbaru
14 Akademi Kesenian Melayu Riau Pekanbaru
15 Akademi Keuangan Dan Perbankan Riau Pekanbaru
16 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Dumai Dumai
17 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Mahaputra Riau Pekanbaru
18 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Mitra Gama Duri Bengkalis
19 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Riau Pekanbaru
20 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Selat Panjang Bengkalis
21 Akademi Pariwisata Engku Putri Hamidah Pekanbaru
22 Akademi Sekretari dan Manajemen Persada Bunda Pekanbaru
23 Akademi Teknik Otomotif Pekanbaru Pekanbaru
24 AKP Muhammadiyah Pekanbaru Pekanbaru


Institut Swasta
(belum ada data)


Politeknik Swasta

No. Nama Politeknik Lokasi
1 Politeknik Bengkalis Bengkalis
2 Politeknik Caltex Riau Pekanbaru
3 Politeknik Pasir Pengaraian Pasir Pangaraian
4 Politeknik Pertanian Tembilahan Tembilahan


Sekolah Tinggi Swasta

No. Nama Sekolah Tinggi Lokasi
1 Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persada Bunda Pekanbaru
2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai
3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang Bangkinang
4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Pekanbaru Pekanbaru
5 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri Rengat Rengat
6 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Persada Bunda Pekanbaru Pekanbaru
7 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau Pekanbaru
8 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sri Gemilang Tembilahan
9 Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Pekanbaru
10 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru Pekanbaru
11 Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarna Dwipa Teluk Kuantan
12 Sekolah Tinggi Ilmu Purna Graha Pekanbaru
13 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Persada Bunda Pekanbaru Pekanbaru
14 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YPM Bangko Bangko
15 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Dumai Dumai
16 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Riau Pekanbaru
17 Sekolah Tinggi Pariwisata Riau Pekanbaru
18 Sekolah Tinggi Teknik (STT) Dumai Dumai
19 Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STTP) Pekanbaru
20 Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarna Dwipa Teluk Kuantan


Universitas Swasta

No. Nama Universitas Lokasi
1 Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru
2 Universitas Lancang Kuning (UNILAK) Pekanbaru


Anda dapat melihat seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terdapat di Indonesia melalui link di bawah ini.

Daftar Akademi Negeri di Indonesia
Daftar Institut Negeri di Indonesia
Daftar Politeknik Negeri di Indonesia
Daftar Sekolah Tinggi Negeri di Indonesia
Daftar Universitas Negeri di Indonesia


Untuk melihat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang di susun berdasarkan 33 provinsi, kunjungi link berikut!

Nangro Aceh Darussalam ● Sumatera Utara ● Sumatera Barat ● Bengkulu ● Riau ● Kepulauan Riau ● Jambi ● Sumatera Selatan ● Lampung ● Bangka Belitung ● DKI. Jakarta ● Jawa Barat ● Banten ● Jawa Tengah ● DI. Yogyakarta ● Jawa Timur ● Kalimantan Barat ● Kalimantan Tengah ● Kalimantan Selatan ● Kalimantan Timur ● Bali ● Nusa Tenggara Barat ● Nusa Tenggara Timur ● Sulawesi Barat ● Sulawesi Utara ● Sulawesi Tengah ● Sulawesi Selatan ● Sulawesi Tenggara ● Gorontalo ● Maluku ● Maluku Utara ● Papua Barat ● Papua

Anda juga dapat dapat memiliki daftar lengkap semua Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia yang saya simpan di ziddu.com. Untuk mendapatkannya silahkan download melaui link di bawah ini!

Daftar Lengkap Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia di sini
Daftar Lengkap Akademi Swasta di Indonesia di sini
Daftar Lengkap Institut Swasta di Indonesia di sini
Daftar Lengkap Politeknik Swasta di Indonesia di sini
Daftar Lengkap Sekolah Tinggi Swasta di Indonesia di sini
Daftar Lengkap Universitas Swasta di Indonesia di sini


Demikianlah, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua.



***Sukses Selalu***


Baca juga tulisan ini:
Pendidikan

Download Gratis Kamus Besar Bahasa Indonesia – KBBI Offline Versi Terbaru
Pengumuman Hasil SNMPTN 2011 Jalur Tertulis/Keterampilan
Temukan NUPTK Anda Menggunakan Software NUPTK WebBrowser
Daftar Lengkap Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Papua
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Papua Barat
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Maluku Utara
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Maluku
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Gorontalo
PTS | Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Sulawesi Tenggara

Browser
Informasi
Internet
Pendidikan
Puisi
Sertifikasi Guru
Software
Tutorial Blog
Ujian Nasional



Jamaris Online
SEO Stats powered by MyPagerank.Net [Googlebot last access powered by MyPagerank.Net] [Free backlinks for your site powered by http://www.getfreebacklinks.com] [Free backlinks for your site powered by http://www.moreusers.info] [Free backlinks for your site powered by http://www.morevisits.info] Ping your blog, website, or RSS feed for Free [SEO Monitor by MyPagerank.Net] [Free backlinks for your site powered by http://www.getfreebl.com] Technology Blogs
Page Rank Check Free web Counter Log Counter powered by http://www.myusersonline.com

A. Pengusaha Sukses Indonesia (SUKANTO TANOTO)

Posted by MiNDa magazine online , under | 0 komentar
SUKANTO TANOTO

Pendidikan:
- SD di Belawan (1960)
- SMP di Medan (1963)
- SMA di Medan (1966)
- Indonesia Executive Management Program, Insead, Prancis (1980)
- Harvard Business School, AS (1982)
- Wharton Fellows Program (2001)

Karir:
- Pengusaha Toko Onderdil Mobil di Medan (1968)
- Direktur CV Karya Pelita di Medan (1972)
- Direktur Utama PT Raja Garuda Mas (1973)
- Dirut PT Bina Sarana Papan di Medan (1976)
- Dirut PT Overseas Lumber Indonesia di Medan (1979)
- Dirut PT Gunung Melayu (1980)
- Dirut PT Inti Indosawit Sejati (1980)
- Dirut PT Saudara Sejati Luhur (1985)
- Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama (1983 – sekarang)
- Chairman & CEO Raja Garuda Mas International (sekarang)

Perusahaan di LN:
- National Development Coporation Guthrie di Filipina
- Electro Magnetic di Singapura
- Pabrik Kertas di China




Quote:
Raja Sawit dan Pulp

Pria kelahiran Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949, bernama asli Tan Kang Hoo, ini seorang pengusaha Indonesia Keturunan Tionghoa yang telah sukses berinvestasi di lebih 10 negara. Chairman dan CEO PT Raja Garuda Mas International dan Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama, ini salah satu raja produsen minyak kelapa sawit dan pulp and paper di dunia. Dalam kondisi sulit, saat pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga minyak lebih 100%, Sukanto mengajak semua komponen bangsa bisa bekerjasama dan fokus pada bidang masing-masing, terutama supaya lapangan kerja tetap tertangani. Pengusaha tetap fokus pada bidang usahanya dan pemerintah fakus mengupayakan efisiensi.


Perihal, dia telah lebih sering tinggal di luar negeri, bahkan membuat markas pusatnya di Singapura, Sukanto mengatakan bahwa hal itu bukan berarti pihaknya lari ke luar negeri, melainkan berupaya mengembangkan pasar sampai ke luar negeri."Kita ingin buktikan bahwa pengusaha Indonedia tidak hanya jago kandang yang dapat fasilitas dari pemerintah. Tapi kami juga bisa menaklukkan dunia, dan kompetitor besar," kata Sutanto (Bisnis Indonesia, 23 Oktober 2005).

Dia memberi contoh, seperti Jepang. Toyota cari pasar di Indonesia dengan assembling mobil. Apakah mereka itu lari ke Indonesia? Tidak, mereka cuma cari pasar di negeri ini.Jadi, katanya, kalau kita ekspansi ke luar negeri, bukan melarikan diri, tapi berupaya meraih yang lebih besar lagi dan siap dalam persaingan.


Apa siapa Sukanto


Tanoto dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes pada September 2006.

Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya: tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya tentang sosok sang ibu. Tapi, dengan sifat keras dan tegas, termasuk dalam hal berbisnis, ia bisa menjadi salah seorang pengusaha papan atas Indonesia, memimpin sejumlah perusahaan di bawah grup Raja Garuda Mas Internasional.

Sebenarnya, sejak kecil, Sukanto—yang pada usia 12 tahun sudah gemar membaca apa saja, termasuk buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia—bercita-cita jadi dokter. “Kalau dulu saya meneruskan ke fakultas kedokteran, saya jadi dokter,” ujarnya. Karena obsesi itu, sampai 1973-1974, ia masih senang pakai nama dokter Sukanto.

Tapi, saat baru 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab keluarga: meneruskan usaha orangtua berjualan minyak, bensin, dan peralatan mobil. Pekerjaan yang tak asing baginya karena sepulang sekolah ia biasa membantu orangtuanya sambil membaca buku. Dan, dari situ Sukanto alias Tan Kang Hoo pertama kali belajar keterampilan bisnis, termasuk menerima kenyataan dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun, serta mencari solusi.

Pindah dari kota kelahirannya, Belawan, Sumatra Utara, ke Medan, ia juga berdagang onderdil mobil, lalu mengubah usaha itu menjadi general contractor & supplier. Suatu ketika, datang Sjam, seorang pejabat Pertamina dari Aceh. “Waktu itu saya tidak tahu kalau dia pejabat,” kenang Sukanto. Ditawari kerja sama pekerjaan kontraktor, “Ya, mau-mau saja, wong saya masih muda,” ujarnya. Tak disia-diakan kesempatan itu, di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara, Sukanto membangun rumah, memasang AC, pipa, traktor, dan membuat lapangan golf di Prapat. “Itulah technical school saya,” katanya. Untuk mencari bahan bangunan, ia sampai pergi Sumbawa, Lampung, pada usia 20 tahun.

Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis,” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah.

“Strategy competition saya itu satu dua step sebelum orang mengerjakannya,” ungkapnya. Ketika belum ada orang membuka perkebunan swasta besar-besaran, walaupun waktu itu sudah ada perkebunan asing, di Sumatra, Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran.

“Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.

Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.

Usaha Sukanto yang lain adalah bank. Ketika United City Bank mengalami kesulitan keuangan, pada 1986-1987, ia mengambil alih mayoritas sahamnya dan bangkit dengan nama baru: Unibank. Di Medan, ia pun merambah bidang properti, dengan membangun Uni Plaza, kemudian Thamrin Plaza. Tidak hanya dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina, dan electro Magnetic di Singapura, serta pabrik kertas di Cina (yang kini sudah dijual untuk memperbesar PT Riau Pulp). Sejak 1997, Sukanto memilih bermukim di Singapura bersama keluarga dan mengambil kantor pusat di negeri itu. Obsesinya, ingin jadi pengusaha Indonesia yang bersaing di arena global, minimal di Asia. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.”

Kini, selain bisnis, ia hendak menulis buku tentang bagaimana entreprenur menghadapi krisis. “Yang mau saya lakukan itu adalah penelitian bagaimana pengusaha di Eropa itu survive, pada First World War, Second World War. Bagaimana pengusaha Amerika itu melewati krisis 1930. Bagaimana pengusaha-pengusaha di Cina, waktu perubahan rezim, ketika komunis masuk, bagaimana mereka itu survive. Saya juga akan mempelajari bagaimana pengusaha-pengusaha melalui Latin America krisis, yang di Brasil,” tuturnya. “Apa krisis itu memunculkan bibit-bibit entreprenur yang baru,” katanya lagi.

Sampai sekarang Sukanto masih hobi baca buku. Buku apa saja, baik yang bisnis maupun nonbisnis. “Setiap saya pergi, saya bawa buku,” katanya. “Kalau naik travel, kalau tidak tidur, ya, baca,” katanya lagi. Manfaatnya, menurut dia, selain untuk update pengetahuan, juga membantu sekali dalam binis dan kegiatan sosial sehari-hari. Satu lagi, pria yang menguasai dua bahasa asing, Cina dan Inggris, ini senang belajar. Ia pernah mengikuti kursus di Insead, Paris, di MIT, di samping tetap jadi peserta Lembaga Pendidikan dan Pemibinaan Manajemen, Jakarta. Sampai sekarang pun ia kadang mengambil cuti untuk mengikuti kursus pendek. “Karir saya satu lagi: siswa profesional abadi,” katanya. Dua-tiga minggu ia cuti untuk pergi ke Harvard, Tokyo, London School of Economic, untuk meng-update pengetahuan. Terakhir, 2001 lalu, ia mengikuti Wharton Fellows Program, Amerika, selama enam bulan, untuk belajar dotcom.

“Kalau di bisnis, kunci sukses saya: think, act, learn, baca, dengar, lihat,” katanya. “Kedua, kalau saya tidak tahu, saya tanya. Saya juga tidak merasa sungkan menceritakan kegagalan saya,” ujarnya lagi. Selain itu, pegangannya: do the right thing, do the thing right. Do the right thing diartikan sebagai suatu pedoman pada pola manajemen. Do the thing right memiliki penekanan terhadap pentingnya suatu action. “Prinsip saya, bisnis dan politik tak boleh campur,” ujar pengagum pengusaha plastik dari Taiwan, Wai-Sze Wang, ini. “Tidak ada proteksi. Bisnis, ya, bisnis,” katanya.

Menikah dengan Tinah Bingei Tanoto, Sukanto kini ayah empat anak. Ia memberi keleluasaan kepada anak-anaknya untuk memilih profesi. Olahraganya main snowski. Sukanto suka mendengarkan musik klasik yang ringan. (pdat)
Last edited by Jon2009; 25-05-2010 at 11:57 PM..

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3183787&page=6

B. Pengusaha Sukses Dunia (Yataro Iwasaki, Pendiri Mitsubishi )

Posted by MiNDa magazine online , under | 0 komentar
Yataro Iwasaki adalah pendiri Mitsubishi (岩崎 弥太郎 Iwasaki Yatarō, 9 January 1835 – 7 February 1885) Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga petani di provinsi Aki, Provinsi Tosa (sekarang Kochi). Putra dari seorang petani sederhana, Yataro memulai karirnya bekerja pada klan Tosa. Klan diadakan di banyak tempat di Jepang unutk kepentingan bisnis, supaya merangsang anak muda untuk berambisi membangun perekonomian yang baik.


Yataro memulai karirnya bekerja pada klan Tosa, ia pergi ke Edo (kini Tokyo) ketika berusia sembilan belas tahun bertujuan mencari pendidikan. Cedera serius yang dialami ayahnya dalam suatu perselisihan dengan kepala desa membuat Yataro pulang dari Edo setahun kemudian dan sebentar cuti dari studinya. Hakim setempat menolak memproses kasus dari ayahya dan Yataro menuduh hakim korupsi. Ia dikirim ke penjara selama tujuh bulan. Setelah dibebaskan ia tidak memiliki pekerjaan untuk sementara waktu sebelum menemukan pekerjaan sebagai guru sekolah desa.

Kembali ke Edo, ia disosialisasikan dengan aktivis politik dan belajar di bawah reformis Yoshida Toyo, yang terpengaruh dengan ide-ide tentang membuka dan mengembangkan perekonomian bangsa melalui industri dan perdagangan luar negeri. Tak lama kemudian, melalui Yoshida, ia mendapatkan pekerjaan sebagai juru tulis bagi pemerintah Tosa. Ia kemudian dipromosikan ke posisi teratas di marga Tosa kantor perdagangan di Nagasaki, yang bertanggung jawab untuk perdagangan minyak kamper dan kertas untuk membeli kapal, senjata, dan amunisi.

Setelah Restorasi Meiji tahun 1868 yang memaksa pembubaran dari kepentingan bisnis shogun, Iwasaki pergi ke Osaka dan menyewakan hak untuk perdagangan marga TSUKUMO Tosa Trading Company. Perusahaan berubah nama menjadi Mitsubishi pada tahun 1873.

Perusahaan mengadopsi nama Mitsubishi pada Maret 1870, ketika Yataro resmi menjadi presiden. Lambang yang merupakan gabungan dari keluarga Iwasaki Lambang dan daun pohon ek puncak Yamanouchi keluarga, pemimpin klan Tosa yang menguasai bagian Yataro Shikoku di mana dilahirkan.

Mitsubishi kemudian hampir jatuh ketika Insiden Formosan terjadi. Lima puluh empat nelayan Jepang tewas di pulau Formosa (Cina) tetapi pemerintah Cina tidak bertanggung jawab atas hal itu. Perusahaan Yataro awalnya disalahkan, tetapi kemudian keadaan membaik dan bahkan Yataro memenangkan hak untuk mengoperasikan kapal-kapal pemerintah diantaranya kapal transportasi untuk manusia dan material, kemudian perusahaannya mulai berkembang lagi.

Yataro Iwasaki adalah pribadi yang patuh kepada pemerintah Jepang yang baru, serta kepada perusahaan. Mitsubishi menyediakan kapal-kapal yang membawa pasukan Jepang ke Taiwan, dengan persetujuan dia mendapat hak untuk mengoperasikan kapal lebih banyak dan subsidi tahunan yang besar dari pemerintah. Dia setuju untuk membawa surat dan persediaan pemerintah lainnya. Dengan dukungan pemerintah, ia mampu membeli lebih banyak kapal dan meningkatkan jalur pelayaran Mitsubishi. Yang membantu dia mengantar dua Pengiriman asing yang besar melalui rute Shanghai, sehingga menguntungkan Mitsubishi Transportasi Perusahaan yang Yataro didirikan. Kemudian menjadi perusahaan pelayaran yang besar, juga membawa pasukan untuk menumpas pemberontakan di Kyushu. Yataro mengajarkan anak buahnya untuk "melayani para penumpang sebaik mungkin" karena mereka adalah sumber pendapatan. Sikap modern "pelanggan selalu benar" adalah senjata utama perusahaannya.

Mitsubishi terdiversifikasi dengan cepat, pertama memperoleh tambahan dan perluasan kapal penumpang dan kargo, kemudian menyediakan transportasi untuk pasukan Jepang ke Taiwan dan Kyushu. Hal ini menyebabkan lebih banyak dukungan pemerintah, yang menyebabkan pasokan surat kontrak dan hak-hak pengiriman lebih lanjut pada rute Shanghai yang menguntungkan melalui Mitsubishi Transportasi Perusahaan yang Yataro didirikan. Kemudian ia berinvestasi di pertambangan, perbaikan kapal dan keuangan. Pada tahun 1884 ia mengambil sewa dari Nagasaki Shipyard dan menamainya Nagasaki Shipyard & Machinery Works, memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembuatan kapal pada skala penuh.

Pada tahun 1885, Yataro kehilangan kendali atas perusahaan pelayaran di belakang perjuangan politik yang diterjang Jepang industri transportasi laut. Perusahaan ini bergabung dengan saingan dan menjadi Nippon YUSEN (NYK Line), yang akan kembali ke jajaran perusahaan Mitsubishi di tahun-tahun berikutnya.

Meskipun kehilangan perusahaan pelayaran, Yataro mendirikan usaha lainnya (dalam perbankan, pertambangan, surat kabar dan asuransi laut) dan yang membentuk dasar bagi organisasi Mitsubishi. Kekayaannya melebihi satu juta yen. Yataro begitu percaya diri dan dengan yakin bahwa ia dapat berpartisipasi dalam banyak bisnis. Mitsubishi Kawase-ten, misalnya, adalah perusahaan financial yang juga terlibat dalam bisnis pergudangan. Itu adalah pendahulu dari perusahaan yang sekarang bernama Mitsubishi Bank dan Mitsubishi Warehouse & Transportation. Yataro juga membeli tambang batu bara dan tambang tembaga setelah menyewa sebuah galangan kapal Nagasaki dari pemerintah. Dia telah berpartisipasi dalam mendirikan perusahaan asuransi yang sekarang benama Tokyo Marine and Fire. Dia bahkan memimpin sekolah yang sekarang menjadi Tokyo University of Mercantile Marine.

Iwasaki Yataro adalah pengusaha yang sangat visioner. Dia sering menjamu makan malam pejabat pemerintah di perusahaanya. Iwasaki menghabiskan sejumlah besar uang pada kesempatan ini tapi ia juga mendapatkan banyak keuntungan. Yataro banyak menolong teman-temannya yang kemudian membantu dia dengan melakukan banyak kebaikan. Dia sangat bagus dalam hubungan membina hubungan bisnis yang akan membantunya di masa depan.

Namun Yataro, tidak ditakdirkan untuk memimpin organisasi Mitsubishi dalam pertumbuhan fase baru. Dia meninggal karena kanker saat berusia 50 tahun, dan digantikan kepemimpinan bisnis keluarga pertama oleh saudaranya, dan kemudian putranya.

Referensi :

- http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-yataro-iwasaki-pendiri.html